Teng Komando 2026: Meneguhkan Disiplin dan Amanah, Pondok Modern Darul Hikmah Perkuat Sistem Pengasuhan Santri

Teng Komando 2026: Meneguhkan Disiplin dan Amanah, Pondok Modern Darul Hikmah Perkuat Sistem Pengasuhan Santri

Tulungagung – Dalam rangka memperkuat pembinaan karakter dan meneguhkan budaya disiplin di lingkungan pesantren, Biro Pengasuhan Santri Pondok Modern Darul Hikmah menyelenggarakan kegiatan Teng Komando sebagai bagian dari rangkaian awal Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri, baik santri baru maupun santri lama, sebagai momentum untuk menyamakan pemahaman mengenai sistem pengasuhan, tata tertib, serta nilai-nilai kehidupan yang menjadi fondasi pendidikan di Pondok Modern Darul Hikmah.

Berbeda dengan kegiatan orientasi yang berfokus pada pengenalan lingkungan pondok, Teng Komando menjadi forum resmi bagi Biro Pengasuhan Santri untuk menjelaskan secara menyeluruh arah dan filosofi pengasuhan di pesantren. Dalam kesempatan ini, para santri diajak memahami bahwa pengasuhan bukanlah sekadar penerapan aturan dan pemberian sanksi, melainkan proses pendidikan yang bertujuan membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri, serta berakhlakul karimah.

Teng Komando berasal dari bunyi jaros (lonceng) Pondok yang memiliki arti pada setiap bunyinya.

Teng satu kali berarti istirahat wajib atau waktunya tidur

Teng dua kali berarti waktunya mandi

Teng tiga kali berarti waktunya pergi ke masjid

Teng empat kali berarti ada kumpul yang diadakan oleh OPPM

Teng 5 – 6 kali berarti ada kumpul bersama asatidz

Teng 6 kali dengan nada pelan berarti kumpul bagi kelas 6

Hal ini dimaksudkan bahwa setiap hal memiliki symbol, dan bagi Pondok Modern Darul Hikmah, kedisiplinan tidak harus dengan teriakan dan bentakan, namun cukup dengan suara symbol untuk menggerakkan seluruh aktivitas di pesantren.

Pihak Biro Pengasuhan Santri menjelaskan bahwa kehidupan di pesantren berlangsung selama dua puluh empat jam. Oleh karena itu, pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga dalam setiap aktivitas sehari-hari, mulai dari ibadah berjamaah, kegiatan belajar, kebersihan lingkungan, penggunaan waktu, hingga sikap dalam berinteraksi dengan guru, pengurus, dan sesama santri.

Dalam penyampaiannya, pengurus Biro Pengasuhan menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan salah satu pilar utama pendidikan di Pondok Modern Darul Hikmah. Setiap aturan yang berlaku disusun bukan untuk membatasi kebebasan santri, melainkan untuk membentuk kebiasaan baik yang akan menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

Para santri baru mendapatkan penjelasan mengenai berbagai ketentuan dasar kehidupan di pesantren, mulai dari jadwal harian, kewajiban mengikuti seluruh kegiatan, etika berpakaian, adab terhadap guru, penggunaan fasilitas pondok, hingga mekanisme pembinaan apabila terjadi pelanggaran. Sementara itu, bagi santri lama, kegiatan ini menjadi sarana untuk kembali mengingat komitmen yang telah mereka bangun sejak pertama kali menjadi bagian dari keluarga besar Pondok Modern Darul Hikmah.

Biro Pengasuhan juga mengingatkan bahwa setiap santri memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik pondok melalui sikap, perilaku, dan keteladanan. Disiplin bukan hanya menjadi kewajiban pribadi, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendiri pesantren.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan Teng Komando tahun ini adalah pengumuman reshuffle kepengurusan Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM). Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan amanah yang telah diberikan kepada para pengurus selama menjalankan tugasnya.

Dalam pengumuman tersebut disampaikan bahwa beberapa posisi kepengurusan mengalami pergantian. Pengurus yang dinilai belum mampu menjalankan amanah sesuai tanggung jawabnya digantikan oleh santri lain yang dipandang memiliki kesiapan dan komitmen lebih baik untuk melanjutkan roda organisasi.

Pergantian kepengurusan tersebut bukan dimaksudkan sebagai bentuk hukuman, melainkan bagian dari proses pendidikan kepemimpinan di pesantren. Amanah merupakan kepercayaan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ketika amanah tidak dijalankan secara maksimal, maka regenerasi menjadi langkah yang diperlukan agar organisasi tetap berjalan secara efektif dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh santri.

Melalui momentum tersebut, seluruh anggota OPPM diingatkan bahwa jabatan bukanlah sebuah kebanggaan, melainkan tanggung jawab yang akan dimintai pertanggungjawaban. Kepemimpinan di pesantren harus dibangun di atas nilai keikhlasan, kedisiplinan, keteladanan, serta kesiapan untuk melayani, bukan untuk dilayani.

Kegiatan Teng Komando ditutup dengan ajakan kepada seluruh santri agar senantiasa menjaga semangat dalam menjalani kehidupan pesantren. Biro Pengasuhan berharap setiap santri mampu menaati seluruh peraturan dengan kesadaran, bukan karena takut terhadap sanksi, melainkan karena memahami bahwa disiplin merupakan bagian dari proses membangun karakter seorang muslim yang tangguh.

Melalui kegiatan ini, Pondok Modern Darul Hikmah kembali menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan membentuk generasi yang berintegritas, bertanggung jawab, berjiwa pemimpin, serta siap mengemban amanah di tengah masyarakat. Teng Komando menjadi pengingat bahwa setiap santri adalah bagian dari keluarga besar pesantren yang memiliki kewajiban bersama untuk menjaga nilai, tradisi, dan kehormatan Pondok Modern Darul Hikmah.

Leave a Reply