Khutbatul ‘Arsy 2026 Resmi Dibuka, Pondok Modern Darul Hikmah Tanamkan Jiwa Pesantren kepada Santri Baru
Tulungagung – Pondok Modern Darul Hikmah menggelar kegiatan Khutbatul ‘Arsy dan Pekan Perkenalan Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai gerbang awal pembentukan karakter dan pengenalan kehidupan pesantren bagi seluruh santri. Kegiatan yang berlangsung di halaman Pondok Modern Darul Hikmah kampus 1, 2, dan 3 ini diikuti oleh seluruh santri beserta jajaran asatidz dan ustadzat dengan penuh khidmat.
Khutbatul ‘Arsy merupakan tradisi tahunan yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren modern. Melalui rangkaian kegiatan ini, para santri diperkenalkan kepada nilai-nilai, budaya, sistem pendidikan, serta arah perjuangan Pondok Modern Darul Hikmah sehingga mereka memiliki bekal dalam menjalani kehidupan sebagai santri selama menempuh pendidikan.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Modern Darul Hikmah, Prof. Dr. KH. Kojin Mashudi, M.Ag., menegaskan bahwa pesantren bukan sekadar tempat belajar, melainkan tempat membentuk manusia seutuhnya. Menurut beliau, kehidupan di pesantren mengajarkan ilmu, akhlak, kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada agama dan masyarakat.
Beliau mengingatkan bahwa setiap santri harus memiliki tekad yang kuat dalam menuntut ilmu. Tantangan kehidupan di pesantren hendaknya dipandang sebagai proses pendidikan yang akan menempa mental, memperkuat karakter, dan melahirkan generasi yang tangguh.
“Pesantren adalah tempat menempa jiwa. Di sinilah kalian belajar menjadi manusia yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan siap mengabdi kepada umat. Jangan takut terhadap proses, karena setiap proses akan melahirkan pribadi yang lebih kuat.”
Pada kesempatan berikutnya, KH. Irkhamni Khoirul Munzilin, M.Kom menyampaikan pentingnya menjadikan ibadah kepada Allah Swt. sebagai fondasi utama kehidupan seorang santri. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan dalam belajar tidak dapat dipisahkan dari kualitas hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.
Menurut beliau, menjaga salat berjamaah, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, berdzikir, serta membiasakan doa dalam setiap aktivitas merupakan kunci keberkahan ilmu yang dipelajari selama berada di pesantren.
Sementara itu, KH. Muhammad Mashuri Ihsan mengajak seluruh santri untuk menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. Beliau menegaskan bahwa pesantren memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh santri untuk berkembang, selama mereka memiliki kesungguhan, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan bukan ditentukan oleh kecerdasan semata, melainkan oleh istiqamah dalam belajar, menghormati guru, dan kesungguhan dalam memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan.
Tidak hanya dari unsur pimpinan pondok, jajaran Yayasan Pondok Modern Darul Hikmah juga turut memberikan pembekalan kepada para santri baru. Dalam materinya, KH. Mashudi Ridwan mengulas sejarah berdirinya Pondok Modern Darul Hikmah, nilai-nilai perjuangan para pendiri, serta perjalanan panjang pondok dalam mengembangkan pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan karakter, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Beliau juga memperkenalkan lingkup pergerakan Pondok Modern Darul Hikmah yang terus berkembang melalui berbagai bidang pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan umat sebagai bentuk kontribusi nyata pesantren bagi bangsa.
Sebagai bagian dari Pekan Perkenalan Santri Baru, para santri juga memperoleh pengenalan mengenai struktur organisasi dan sistem kerja berbagai biro yang menjadi tulang punggung penyelenggaraan kehidupan di pondok. Masing-masing biro menyampaikan fungsi, tugas, serta pelayanan yang diberikan kepada seluruh warga pesantren.
Biro Pendidikan oleh Ustadz Dr. Anasrulloh, M.M memperkenalkan sistem pembelajaran, kurikulum, tata tertib akademik, serta budaya belajar yang menjadi ciri khas Pondok Modern Darul Hikmah. Para santri diajak memahami bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.
Biro Kemasyarakatan Ustadz Sugeng Santoso, M.H menjelaskan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sebagai bagian dari implementasi nilai dakwah dan pengabdian. Santri didorong untuk memiliki kepedulian sosial serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Biro Administrasi Ustadz Puguh Santoso, S.Pd memberikan penjelasan mengenai layanan administrasi pondok, pengelolaan data santri, serta berbagai prosedur yang harus dipahami selama menjalani pendidikan.
Biro Rumah Tangga Ustadz Pendik Hanafi, M.Pd memperkenalkan pengelolaan fasilitas pondok, kebersihan lingkungan, pemeliharaan sarana prasarana, serta pentingnya menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan pesantren.
Sementara itu, Biro Pengasuhan Santri Ustadz Imam Suhadak, M.Pd menjelaskan pola pembinaan kehidupan santri selama 24 jam. Melalui sistem pengasuhan yang terintegrasi, setiap santri dibimbing untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta akhlakul karimah sebagai bekal kehidupan di masa depan.
Khutbatul ‘Arsy bukan sekadar rangkaian seremonial pembukaan tahun ajaran baru, melainkan momentum untuk menanamkan ruh dan falsafah kehidupan pesantren kepada seluruh santri. Seluruh materi yang disampaikan diharapkan mampu membentuk pemahaman bahwa kehidupan di pesantren adalah proses pendidikan yang menyeluruh, menggabungkan pembinaan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial dalam satu kesatuan yang utuh.
Melalui kegiatan ini, Pondok Modern Darul Hikmah berharap seluruh santri baru mampu beradaptasi dengan lingkungan pesantren, memahami nilai-nilai yang diperjuangkan, serta menumbuhkan jiwa yang kuat, semangat belajar yang tinggi, dan komitmen untuk terus menjadi pribadi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.
