Pelantikan OPPM Masa Bakti 2026–2027: Menyemai Kaderisasi, Meneguhkan Pendidikan Kepemimpinan Santri

Pelantikan OPPM Masa Bakti 2026–2027: Menyemai Kaderisasi, Meneguhkan Pendidikan Kepemimpinan Santri

Pondok Modern Darul Hikmah kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak kader pemimpin masa depan melalui kegiatan Pelantikan Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) masa bakti 2026–2027 yang diselenggarakan pada Kamis, 1 Januari 2026. Setelah sebelumnya OPPM lama telah melaporkan hasil kinerjanya dalam acara LPJ, kegiatan ini menjadi bagian integral dari sistem kaderisasi pesantren sekaligus wahana pendidikan karakter dan kepemimpinan santri yang berkelanjutan.

Pelantikan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan nuansa spiritual yang mendalam. Bertempat di halaman Pondok Modern Darul Hikmah kampus pusat, seluruh warga pondok mulai dari pimpinan, asatidz, pengasuhan santri, hingga para santri turut hadir menyaksikan momen sakral tersebut. Para santri kelas 5 KMI yang terpilih sebagai pengurus OPPM secara resmi disumpah di bawah Al-Qur’an oleh Pimpinan Pondok, sebagai simbol kesiapan lahir dan batin dalam mengemban amanah organisasi.

Kaderisasi di Darul Hikmah mengusung moto: “Patah tumbuh, hilang berganti; sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti.”

Moto ini mengandung makna filosofis yang dalam tentang kesinambungan perjuangan, regenerasi yang matang, serta kesiapan kader sebelum estafet kepemimpinan benar-benar berpindah tangan. Nilai tersebut menjadi ruh dalam perjalanan organisasi pelajar di Pondok Modern Darul Hikmah.

Dalam sambutannya, Ketua OPPM masa bakti 2025–2026 Al Akh Hadinata Putra Izzati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh pimpinan pondok serta seluruh warga pesantren selama satu periode kepengurusan. Ia menegaskan bahwa berorganisasi di pesantren bukanlah sekadar menjalankan program, melainkan proses pembentukan karakter dan mental kepemimpinan.

“OPPM telah mengajarkan kami tentang arti tanggung jawab, keikhlasan dalam melayani, serta pentingnya bekerja dalam satu barisan. Kami menyadari bahwa selama masa khidmah masih banyak kekurangan, namun setiap proses adalah pembelajaran berharga,” ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada pengurus baru agar senantiasa menjaga niat, memperkuat koordinasi, serta menjadikan aturan dan nilai pesantren sebagai pijakan utama dalam menjalankan roda organisasi.

Sementara itu, perwakilan pengurus OPPM masa bakti 2026–2027 Al Akh Wildan Al Farouq dalam sambutannya menyatakan kesiapan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dengan penuh kesungguhan. Ia menegaskan bahwa amanah yang diberikan bukanlah kehormatan semata, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan disiplin dan integritas.

“Kami berterimakasih kepada bapak pimpinan atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, amanah yang besar dan berat ini kami akan lekasanakan sebaik-baiknya. Kami membutuhkan bimbingan dan nasehat dari antum semuanya, kami membutuhkan ajaran dan mohon untuk mengingatkan kami saat kami salah,” ujarnya.

Pengurus baru juga mengajak seluruh santri untuk bersama-sama menjaga ketertiban, semangat belajar, dan ukhuwah, demi terciptanya lingkungan pesantren yang kondusif dan produktif.

Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Modern Darul Hikmah yang disampaikan oleh KH. Muhammad Masyhuri Ihsan menegaskan bahwa OPPM bukan sekadar organisasi pelajar, melainkan metode pendidikan kepemimpinan yang dirancang secara sadar dalam sistem pesantren. Melalui OPPM, santri dilatih untuk memimpin, dipimpin, mengatur, dan diatur sebagai bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat kelak.

“OPPM adalah kaki tangan pengasuhan santri dalam menjalankan roda peraturan dan kegiatan pesantren. Namun lebih dari itu, OPPM adalah sekolah kepemimpinan yang nyata. Di sinilah santri belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan pengabdian. Lakukan setiap kegiatanmu sesuai dengan progam kerjamu, dan tetap dalam koridor kedisiplinan.” tegas beliau.

Pimpinan pondok juga menyampaikan terimakasih banyak kepada OPPM lama atas kinerja dan bantuannya yang telah membantu Pimpinan dalam melaksanakan tugas. Namun sebagai catatan masih banyak bagian yang kurang dalam menjalankan tugasnya, maka pengurus baru harus berbuat maksimal dan terbaik apapun bagiannya.

Sebagai organisasi pelajar tertinggi di lingkungan pondok, OPPM memiliki peran strategis dalam membantu pengasuhan santri menjalankan peraturan, mengoordinasikan kegiatan, serta menanamkan budaya disiplin dan keteladanan. Melalui dinamika organisasi, santri tidak hanya belajar teori kepemimpinan, tetapi mengalaminya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. OPPM belajar menghargai dan memahami setiap keputusan harus melalui musyawarah setiap bagian.

OPPM memberikan wakaf berupa tulisan yang terbuat dari neonbox, sebagai hiasan dan icon baru Pondok Modern Darul Hikmah.

Pelantikan OPPM masa bakti 2026–2027 ini menjadi bukti bahwa Pondok Modern Darul Hikmah terus berupaya melahirkan generasi santri yang matang secara spiritual, kuat secara karakter, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat. Dengan semangat regenerasi yang tertanam kuat, estafet kepemimpinan pesantren akan terus berjalan. Patah tumbuh, hilang berganti, tanpa kehilangan nilai dan arah perjuangan.

Di era, ketika pemuda terhipnotis dengan gawai dan kemeriahan jagad dunia maya, standar kehidupan disandarkan pada FYP tiktok dan Instagram, Darul Hikmah tetap berpegang teguh pada metode pendidikan yang telah berlangsung sejak berdirinya di tahun 1991, dan hal tersebut nyata mampu membendung dampak negative dari perkembangan teknologi yang tidak diimbangi dengan adab. Semoga dengan proses pendidikan dan kaderisasi OPPM ini, para santri tidak hanya ahli dalam hal pelajaran, namun mampu mendewasakan diri dengan baik, dan tentu dapat menjadi pemimpin bagi dirinya maupun orang lain.

Leave a Reply