OPPM Pondok Modern Darul Hikmah Sampaikan LPJ, Pimpinan Pondok Tekankan Amanah dan Pentingnya Mencintai Ilmu.
Muhammad Khafid Zulfahmi Zein
Darul Hikmah — Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Pondok Modern Darul Hikmah Tulungagung melaksanakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pada Kamis, 1 Januari 2026, sebagai penutup rangkaian kepengurusan dalam satu periode kerja. Kegiatan ini menjadi forum resmi untuk menyampaikan laporan kinerja, evaluasi program, serta refleksi perjalanan organisasi selama satu tahun kepengurusan.
LPJ menjadi penting bagi perjalanan pendidikan di Pondok Modern Darul Hikmah, karena dalam mendidik santri, Darul Hikmah tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di dalam kelas, namun karakter kepemimpinan lebih ditekankan di dalam kepengurusan OPPM. Santri dipimpin oleh para asatidz dan kyai, namun santri juga harus menjadi pemimpin bagi santri lainnya, terlebih bagi dirinya sendiri.
Sejak awal dilantiknya OPPM pada awal tahun 2025, mereka disumpah dan mulai menjalankan seluruh kegiatan santri, mulai dari bangun tidur hingga kembali menutup mata. Mulai sholat subuh hingga sholat tahajjud kembali. Semuanya dijalankan oleh OPPM dan diawasi oleh Pengasuhan santri beserta para asatidz.
Acara LPJ diikuti oleh seluruh pengurus OPPM, pengasuhan santri, serta pimpinan pondok, dan berlangsung dengan tertib serta penuh rasa tanggung jawab. Setiap bidang memaparkan laporan pelaksanaan program kerja, penggunaan anggaran, capaian target, serta kendala yang dihadapi selama menjalankan amanah organisasi.
Dalam sesi evaluasi, pimpinan pondok menyoroti pentingnya peningkatan keilmuan dan cinta terhadap ilmu pengetahuan, konsistensi kedisiplinan pelaksanaan program, serta penguatan manajemen waktu dan administrasi organisasi. Evaluasi ini dimaksudkan sebagai bahan perbaikan dan pembelajaran bagi kepengurusan berikutnya agar OPPM semakin efektif, profesional, dan berdampak positif bagi kehidupan santri.
Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok Modern Darul Hikmah Tulungagung memberikan nasihat dan pengarahan kepada seluruh pengurus OPPM. Beliau menegaskan bahwa organisasi santri bukan sekadar wadah kegiatan, tetapi merupakan media pendidikan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian. Banyak sekali pesan yang disampaikan oleh KH. Irkhamni Khoirul Munzilin, M.Kom, penulis berusaha meringkasnya menjadi beberapa point;
- Memperkuat minat berbahasa santri
- Qismu Amn jangan menormalisasi kesalahan dan ketidak disiplinan santri
- Belajar muhasabah bahwa kita tidak pernah selalu benar
- Semua bagian bekerja secara professional dalam menyelesaikan tugas setiap bagian, seperti bagian dapur memastikan makan dan minum santri, bagian olahraga memastikan setiap santri memiliki 1 bidang olahraga, bagian kesehatan memiliki data Riwayat penyakit santri, dan bagian lainnya
- Jangan sampai hasil mondok selama bertahun, tahun tidak membekas sama sekali, minimal terlihat dari adab dan sopan santun.
Lebih lanjut, pimpinan pondok menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai pondok dalam berorganisasi, seperti kejujuran, disiplin, kebersamaan, serta keteladanan. Beliau juga mengingatkan agar setiap evaluasi diterima dengan lapang dada sebagai bekal perbaikan diri, bukan sebagai beban.
Kegiatan LPJ ini tidak hanya menjadi penilaian administratif, tetapi juga menjadi momen muhasabah bagi para pengurus OPPM. Di akhir masa jabatan, para santri diajak untuk merefleksikan proses belajar yang telah dilalui, baik dalam keberhasilan maupun keterbatasan, sebagai bagian dari pembentukan karakter santri yang matang dan bertanggung jawab.
Dengan terselenggaranya Laporan Pertanggungjawaban ini, diharapkan proses regenerasi kepemimpinan OPPM dapat berjalan dengan baik, serta mampu melahirkan pengurus yang lebih siap, visioner, dan berkomitmen dalam mengabdi demi kemajuan Pondok Modern Darul Hikmah Tulungagung.

