K M I

kalender-akademik-2016-2017

KMI adalah singkatan dari Kulliyyatu-l-mu’allimin Al-islamiyyah, berdirinya bersamaan dengan berdirinya Pondok Modern Darul Hikmah pada tanggal 02 Juli 1991. Lama belajar di KMI selama 6 tahyn bagi tamatan SD/MI dan 4 tahun bagi tamatan MTs/SLTP. Pelajaran di KMI berisi pelajaran agama dan umum setingkat SLTP/MTs dan SLTA/MA.

Penjelasan I
Setingkat tidak berarti sama

Ada beberapa mata pelajaran di SLTP, MTs, SLTA dan MA yang sengaja ditinggalkan atau tidak di ajarkan guna di isi dengan pelajaran bahasa arab dan agama islam. Umpamanya pelajaran jawa kuno, bahasa jerman, bahasa perancis dan sebagainya. Sebaiknya bahasa arab dan agama islam di ajarkan sebanyak mungkin. Olahraga dan kesenian cukup di luar jam pelajaran (extra curriculair) demikian seterusnya.
Tingkatan pelajaran agama dan bahasa arab tidak mudah dikatakan. Rencana yang jelas ialah tamatan KMI 6 tahun itu telah dapat memahami sendiri buku-buku, kitab-kitab pelajaran agama yang menggunakan bahasa arab.

Penjelasan II
Cara Belajar dan Mengajar

Sedang sistem di KMI lain dari pada sistem di beberapa perguruan yang lain. Bahasa arab di kelas II keatas sudah menjadi bahasa pengantar pengetahuan agama.
Bahasa arab secara aktif, ialah cara terbaru dalam mengajarkan bahasa yang hidup, berarti dapat dipergunakan dalam percakapan mulai kelas II, meskipun pelajaran nahwunya belum terlalu tinggi.
Pelajaran III
Kitab-kitab (buku – buku di Pondok Modern Darul Hikmah)
Kitab-kitab dalam suatu perguruan, khususnya di Pondok Modern, tidak boleh menjadi ukuran tentang mutu sebenarnya dalam pelajaran.
Al-qiroaturrosyidah misalnya, jika diajarkan dalam terjemahan biasa, satu buku dapat diselesaikan dalam sehari semalam. Tetapi jika diajarkan menurut system yang sebenarnya tidaklah semudah itu. Karena pelajaran-pelajaran yang sebernarnya ialah : “Usaha agar semua kata-kata dan susunan yang ada dalam buku itu menjadi milik murid dan dapat dikuasainya”. Berarti murid dapat mempergunakan kata-kata itu pada tempat-tempatnya. Jadi bukan hanya sekedar isi ceritanya saja yang diambil.
Pondok Modern Darul Hikmah berusaha agar supaya anak-anak itu dapat memenuhi sendiri kitab-kitab yang banyak itu dan guru tidak hanya memberikan arti yang terkandung dalam kitab-kitab itu.
Tidak memberikan nasi yang sudah masak untuk dimakan kemudian habis, tetapi memberikan benih-benih yang selanjutnya dapat tumbuh dan kemudian dapat dibuat nasi sendiri dengan tidak habis-habisnya.
Pondok modern memberikan kunci untuk membuka sendiri perbendaharaan ilmu yang terkandung dalam buku-buku yang tidak ada habisnya.
Dan sebenarnya ketinggian dan kemajuan pelajaran sekolah manapun juga, tidak hanya dapat dilihat atau diukur dari rencana pelajarannya, kurikulum atau kitab-kitabnya. Itulah sebabnya pada mula-mulanya belum para santri atau siswa membeli kitab sebanyak-banyaknya tetapi setelah menguasai kunci-kuncinya itu dapatlah ia membeli kitab-kitab yang dapat dipahami sendiri dalam jumlah yang tiada batas.

Penjelasan IV
Pemberdayaan cara mengajar dan cara belajar

Di antara perbedaan yang jelas ialah dalam hal :
a. Kelembagaan antara ilmu pengetahuan umum dan agama.
b. Dalam pelajaran bahasa arab dan inggris.
c. Para santri atau siswa tinggal di dalam pondok atau asrama yang berdisiplin.
Sebenarnya pelajaran permu;aan di KMI Pondok Modern Darul Hikmah, hanya cukup didasari pada ilmu pengetahuan dasar, dengan ukuran sekolah dasar lulus ujian negeri, sedang pengetahuan agama harus di dasari dengan dapat membaca al-qur’an dengan lancar dan baik serta dapat menulis arab dengan lancar.
Di KMI sejak permulaan bahasa arab dan bahasa inggris di ajarkan secara aktif ; artinya harus dipakai untuk bercakap-cakap dalam pergaulan sampai menjadi bahasa pengantar dalam beberapa mata pelajaran, bukan hanya mengerti atau pasif, jadi tidak hanya sekedar bisa bercakap-cakap.
Ujian-ujian (ulangan-ulangan) dari kelas I naik ke kelas II banyak yang harus di jawab dengan bahasa arab. Metode yang di pakai untuk keduanya itu adalah : Metode Modern, Metode Lisan, seperti Metode Berlitz dan sebagainya.
Berhubungan dengan itu, sulit hubungan atau perpindahan dari sekolah-sekolah atau madrasah-madrasah lain meskipun negeri dengan KMI di Pondok Modern Darul Hikmah ini.
Ada yang pernah, dan betul-betul pernah menjadi seorang murid tamatan MTs/MA brijazah negeri tetapi pelajaran bahasa arabnya masih sangat minim, menulis arabnya belum baik, sedang bahasa inggrisnya belum dapat dipakai dalam bercakap-cakap. Di kelas berapakah ini harus duduk ?
Ada satnri tamatan SMA negeri, tetapi pelajaran agamanya masih terlalu rendah, ibadah belum lengkap, bahasa inggrisnya masih sangat kurang bagi tamatan SMA negeri, dikelas berapakah santri seperti ini harus ditempatkan ?
Bagi santri kelas I, yang mempunyai kapital lebih dari yang di perlukan di kelas I , tidak usah khawatir akan merugi bahkan kapitalnya itu betul-betul matang akan menolong banyak di dalam mencari dan mempelajari metode atau jalan baru dan dapat mengeterapkan kapital ilmunya itu sama saja dengan yang dari sekolah negeri ataupun dari pondok-pondok pesantren.

JANGAN TERLALU PERCAYA SEHINGGA MALAS DAN
JANGAN MANGGRO NINGAL ATAU SETENGAH-SETENGAH

Pondok Modern Darul Hikmah sampai saat ini sudah berumur 19 tahun, suatu umur yang sangat muda untuk ukuran suatu lembaga pendidikan. Dalam usia yang muda ini, Alhamdulillah Pondok Modern Darul Hikmah telah berhasil mendidik para pemuda yang sekarang mendapat tempat beramal yang baik di tengah-tengah masyarakat, (sebagai guru bahasa arab, inggris dan agama di MTs/MA Swasta dan Negeri serta ada yang telah menjadi dosen di perguruan tinggi).
Di samping itu tidak sedikit hasil yang telah dicapai dalam memperbaiki bidang mental karakter pemuda kita. Dengan adanya hasil didikan di Pondok Modern Darul Hikmah ini, yang mendapat penghargaan dari masyarakat ingin para pemuda mengikuti langkah-langkah kakak-kakaknya yang terdahulu itu. Itu sangat baik, tetapi JANGAN TERLALU PERCAYA KEPADA PONDOK MODERN, sehingga asal masuk ke Pondok Modern. Pasti akan alim, pandai, cakap, soleh, dan lain-lain.
Pondok Modern bukanlah tukang sihir, bukan tukang sulap yang bisa memandaikan seseorang secara tidak sewajarnya.
Pondok Modern adalah tempat pendidikan, siapa yang malas akan tetap bodoh, siapa yang rajin dan tekun ilmunya akan bertambah banyak. Hal ini senantiasa di anjurkan oleh Pondok Modern Manjadda Wajad Laisal Mar’u Yuladu ‘Alima, wa laisa Akhu ‘Ilmi Kaman Huwa Jahil.

SEDANG SYARAT-SYARAT DISIPLIN SEPERTI YANG DULU-DULU HARUS DI TEPATI.
Sebaliknya jangan manggro ningal artinya setengah-setengah atau mendua hatinya.
Datang ke Pondok Modern Darul Hikmah tidak dengan sepenuh hati masih membanding-bandingkan antara Pondok Modern Darul Hikmah dengan yang lainnya. Senantiasa mengkhayal kalau ke Solo, Yogya, bagaimana…… bagaimana………
Akhirnya orang yang mangro ningal ini tidak mendapat ketenangan dalam belajar, kesudahannya tepat seperti apa yang dikatakan pepatah “Sikucapang Sikucapih” yang dikejar tidak dapat yang dikandung berceceran, tidak sana tidak pula sini, arang habis besi binasa.
Maka dari itu, kalau hati setengah-setengah, baiklah tinggalkan saja Pondok Modern Darul Hikmah, pintu pondok masih terbuka, siapa suka boleh ikut siapa enggan boleh turun. Tapi siapa kuat kepercayaannya, ikutlah kami insya Allah akan dapat kami bawa ke pulau idaman.
Akhirnya harapan kami, anak-anak dapat mengikuti dengan penuh kepercayaan.

APA YANG DI CARI….. ?
Perlu di insyafi oleh setiap santri, bahwa tiap-tiap santri sewaktu-waktu harus bertanya kepada diri sendiri, : DATANG KESINI MENCARI APA ? apakah hanya untuk mencari teman ? apakah hanya untuk mencari kelas ? mencari nama ?
Kalau datang kesini hanya mencari teman, cari keramaian, disini bukan tempatnya. Di bioskop dan di pasar lebih banyak dan lebih ramai.
Jadi datang kesini cari apa…..?
Kalau santri menjawab saya datang kesini semata-mata untuk mencari ilmu dan pendidikan, inilah jawaban yang benar dan tepat.
Duduk di kelas I, sejajar dengan anak kecil tamatan SD tidak jadi soal, kamu datang kesini tidak mencari kelas tapi mencari ilmu. Bukankah yang di wajibkan Nabi Muhammad SAW kepada kita adalah « Tholabul Ilmi » bukan tholabul fasl (mencari ilmu bukan mencari kelas).
Juga tidak tepat apabila yang dicari hanya ilmu umum saja, atau hanya bahasa arab saja, atau hanya bahasa inggris saja. Di sini harus mengikuti rencana dan program Pondok Modern.
Maka dari itu, perlu di insyafi agar jangan salah alamat atau salah wesel, agar tidak menyesal kemudian. Masih harus selalu di ingat pertanyaan « Apa yang di Cari…? » ini kadang-kadang pernah terjadi.
Hanya terpesona sesuatu yang bukan tujuan……. Lupa……. Lari…….. pindah……. Pulang.
Hanya kebetulan kawan akrab ada yang pulang atau di pulangkan ikut-ikutan pulang pula, katanya setia kawan… solider.
Hanya karena di puja-puja temannya…. Lupa tujuan….
Hanya terjebak bujukan kawan/ syaitan/ dajjal,….. lari…. Pulang…….
Hanya karena pulang sementara liburan atau mengambil bekal terpesona sesuatu atau terpengaruh (kena penyakit)…. Akhirnya lupa, patah semangatnya, patah pelajarannya. Ini semua harus di ingat agar tidak mudah tergoda atau kena penyakit.
Berjalan sampai kebatas…….(tutug).
Berlayar sampai ke pulau.

DISIPLIN

Mau ataupun tidak mau, manusia terpaksa pasti berdisiplin, atau terkena disiplin. Orang hidup atau segala sesuatu yang hidup, bahkan segala sesuatu tidak terlepas dari disiplin dan peraturan.
Ada disiplin rumah tangga, disiplin perkumpulan, disiplin partai, disiplin negara, juga disiplin dalam perjalanan di jalan besar, disiplin diri sendiri, disiplin kesehatan… sampai di hutanpun tetap ada disiplin.
Barang siapa tidak mengikuti, tentu terkena akibatnya, binatangpun tetap ada disiplin.
Maka dari itu orang-orang tidak akan dapat bebas 100 % dari macam-macam disiplin. Agama islam mengandung pelajaran sangat penting tentang disiplin. Ingatlah sembahyang dengan pembagian waktunya, puasa dengan self disiplinnya dan seterusnya.
Maka kita tidak boleh salah mengartikan kata-kata bebas dan merdeka. Bebas bukan berarti tidak disiplin, tetap sebenarnya bebas adalah kebebasan pikiran dalam ________ disiplin yang ditaati.
Jangan terlalu rendah berfikir, seperti halnya orang yang mengartikan merdeka dengan tidak membayar pajak atau merdeka dengan naik kereta api dengan tidak usah membayar. Rasanya tepat sebagaimana yang diterangkan dalam al-qur’an tentang disiplin sholat yang dikatakan berat bagi orang paksaan, ringan bagi orang yang tahu arti sholat “Innaha Lakabirotun Illa ‘alal khoos’iin” sesungguhnya sholat itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. Di Pondok Modern Darul Hikmah tidak ada paksaan, sewaktu-waktu pintu terbuka. Hanya mungkin ada perintah-perintah yang mirip paksaan kepada anak-anak kecil yang masih lemah jiwanya, atau kepada anak-anak besar yang masih berjiwa lemah seperti anak kecil. Sebagai pertolongan bagi anak yang kurang kuat menguasai dirinya.
Maka dengan ini saya ingin minta ketegasan dan menganjurkan kepada anak-anak untuk memilih “maukah anak-anak mengikuti dan berniat benar-benar mengikuti disiplin Pondok Modern Darul Hikmah ?”.
Kami tidak memaksa untuk mau. Inilah artinya tidak ada paksaan yang memang dari sekarang sudah berniat akan tidak mau disiplin. Silahkan turun dari kapal kami, kapal akan berjalan terus. Pagi-pagialh turun! Supaya jangan tercampak, terpelanting di tengah-tengah lautan, supaya jangan menyesal.
Yang memang tidak kuat, tentu akan turun atau diturunkan. Adapun yang kuat insya Allah akan jadilah ia Rodiyatan Mardiyah. Puas dan memuaskan, ia akan puas, teman-temannya pun akan puas, Pondok Modern Darul Hikmah pun puas, orang tuanya pun lebih puas lagi.
Adapun anak yang dipulangakan, terpaksa angkat kaki, angkat koper, bukan karena benci, bukan untuk merusakkan dia. Bahkan hal itu justru akan menjadi pelajaran baginya dan akan menjadi lebih baik lain tempat. Atau mungkin kerusakkan itu karena ia berada disini, mungkin apabila ia jauh dari sini akan menjadi baik sebagaimana mestinya.
Dan yang terpenting, hal itu adalah untuk keselamatan dan kebaikan anak yang tinggal yang jumlahnya lebih besar dan insya Allah keadaannya lebih berarti.